Selasa, 16 Juli 2013

Memanfaatkan Teknologi Bawah Air

Teknologi seringkali merupakan konsekuensi dari ilmu dan rekayasa, meskipun teknologi sebagai kegiatan manusia seringkali justru mendahului kedua-dua ranah tersebut. Perkembangan teknologi pun berlangsung secara evolutif. Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi. Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari sederhana, hingga yang menghebohkan dunia. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat salah satunya Teknologi Bawah Air.
Teknologi ini menggabungkan antara teknologi akustik bawah air dengan perkembangan iptek instrumentasi (alat) dan pengolahan sinyal. Dengan teknologi ini, kita bisa mengetahui apa saja yang terjadi di bawah air. Dari mulai getaran gelombang air, jumlah tekanan air yang berada di dasar laut, makhluk hidup apa saja yang terdapat di dasar laut paling dalam, dsb. Melalui, teknologi ini juga kita bisa memahami kehidupan organisme dan lingkungan bawah air lebih baik lagi, serta memudahkan pemanfaatan sumberdaya kelautan.
“Dunia bawah air itu menyimpan banyak misteri dan potensi sumberdaya alam yang begitu banyak. Seeing by Listening, mungkin demikian gambaran sederhana tentang disiplin ilmu akustik bawah air,” ujar Prof. Indra Jaya saat berbincang dengan Okezone di ruang kerjanya, di Bogor, Jawa Barat. 
Baru-baru ini, sistem side scan sonar telah dikembangkan dengan menggunakan teknologi suara ultra medis guna meningkatkan resolusi target bawah laut yang dicari.  Sistem tranduser side scan sonar disimpan dalam towfish  yang ditarik kapal beberapa meter di bawah permukaan laut.  Gelombang suara yang dipantulkan diproses menjadi image yang mirip foto udara, dan terlihat secara “real-time” pada monitor komputer.  Informasi lokasi dari DGPS (differential global positioning system) digunakan untuk memandu side scan sonar yang ditarik sepanjang lintasan yang telah ditentukan, serta untuk mengidentifikasi lokasi berbagai titik pada image side scan.
Side Scan Sonar (SSS) adalah sebuah sistem peralatan survey kelautan yang menggunakan teknologi akustik.  Peralatan ini  digunakan untuk memetakan dasar laut yang juga  dapat digunakan untuk mempelajari kehidupan di dasar laut. Sistem peralatan ini merupakan strategi penginderaan untuk merekam kondisi dasar laut dengan memanfaatkan sifat media dasar laut yang mampu memancarkan, memantulkan dan/atau menyerap gelombang suara.  Gelombang suara yang digunakan dalam teknologi side scan sonar biasanya mempunyai frekuensi antara 100 dan 500 KHz. Disamping digunakan sebagai alat survey pemetaan dasar laut, di beberapa negara maju seperti di Amerika Serikat dan Eropa, side scan sonar sering pula digunakan dalam kegiatan pencaharian dan penyelamatan manusia. Side scan sonar sering digunakan untuk mencari korban tenggelam ataupun objek hilang lainnya di bawah air.
Ini hanyalah segelintir teknologi yang terdapat di dunia ini, masih banyak lagi teknologi-teknologi terbarukan yang bisa diciptakan agar kehidupan manusia dapat lebih baik lagi. Namun, tetap harus diperhatikan dampak - dampak yang akan terjadi jangan sampai bukannya menyelamatkan umat manusia malah menghancurkannya. (Rumich N.)

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar