Selasa, 16 Juli 2013

Green Nanotechnology, kenapa nggak??


Akhir –akhir ini mungkin kita sering mendengar istilah green technology yang sedang ramai dibicarakan banyak orang. Di sekolah, kampus, kantor maupun di siaran televisi. Mereka beramai-ramai membicarakan dan membahas tentang manfaat yang ditimbulkan dari green technology tersebut setelah banyak pemberitaan yang mengabarkan bahwa bumi dalam keadaan gawat darurat akibat dari pemanasan global.

Tidak bisa kita pungkiri memang bahwa bumi dalam keadaan gawat darurat, dimana cuaca yang akhir – akhir ini kita rasakan sangat tidak menentu. Panas yang berkepanjangan, hujan yang tidak menentu waktu turunnya, dan masih banyak lagi. Padahal dahulu musim – musim yang seperti ini bisa kita prediksi dengan tepat, namun sekarang semuanya terlihat susah karena pemansan global sudah mempengaruhi perubahan iklim yang ada di bumi.
Melihat dari kondisi seperti ini, tidak ada salahnya kita sebagai penghuni di bumi ini ikut andil dalam menyelamatkan bumi tercinta ini dengan memanfaatkan energi terbarukan yaitu salah satunya green nanoteknologi. Menurut Wikpedia.org, Green Nanotechnology (Teknologi Hijau Nano) adalah teknologi yang mengacu pada penggunaan nanoteknologi untuk meningkatkan kelestarian lingkungan dari efek proses produksi yang bersifat negatif. Green Nanotechnology merupakan pengembangan teknologi bersih yang meminimalkan potensi resiko kesehatan manusia dan lingkungan yang berkaitan dengan pembuatan dan penggunaan produk nanoteknologi. Juga untuk mendorong penggantian produk yang ada dengan produk nano yang lebih ramah lingkungan dan dapat sepenuhnya didaur ulang.
Nanoteknologi, yang berukuran sekitar satu miliar meter, atau sekitar 1/100,000 kalinya ketebalan selembar kertas. Jika dianalogikan nanopartikel seukuran kelereng, maka satu meter akan sama besarnya dengan Bumi. Dengan ukuran yang sangat mikroskopis, nano merupakan benda ajaib dan ‘mainan’ yang menarik bagi para ilmuwan di seluruh dunia. nanoteknologi menciptakan produk yang sangat membantu untuk konsep zero waste. Misalnya untuk membersihkan air limbah seperti yang dihasilkan industri tekstil, yang merupakan salah satu limbah industri yang sulit diurai. Dengan menggunakan nano-titanium, (bisa dalam bentuk kompositnya), pengotor dalam limbah cair tersebut dapat diuraikan dan air buangannya dapat digunakan kembali. Kekuatan nanoteknologi tidak berhenti sampai disitu saja. Dengan nanoteknologi, bahan alam dapat didisain sedemikian rupa menjadi produk antara yang mencegah terjadinya pemborosan dalam penggunaan selanjutnya. Dengan menyusun ulang atau merekayasa struktur material di level nanometer, maka akan diperoleh suatu bahan baku yang memiliki sifat istimewa jauh mengungguli material asalnya, sehingga limbah yang selama ini dihasilkan dapat dikurangi. Dengan memanfaatkan nanoteknologi, plastik kemasan yang kuat namun mudah terurai (degradable plastic) dapat dihasilkan. Contoh lain, nanoteknologi digunakan untuk mebuat lapisan kaca yang tahan terhadap debu, sehingga penggunaannya sebagai kaca otomotif dapat mengurangi fungsi “wiper”.
Keunggulan yang dimilikinya tersebut menjadikan nanoteknologi menjadi fokus penelitian negara-negara di dunia, termasuk di Indonesia sendiri. Hal ini terlihat dari penelitian – penelitian yang sedang dilakukan oleh lembaga – lembaga riset, yaitu LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN, MRC, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertahanan, dan lainnya (Dr.Ir. Atih Surjati Herman, Msc menjelaskan). Perkembangannya juga cukup positif, pada tahun 2008 industri yang menerapkan nanoteknologi mencapai 35%, dan mengalami peningkatan pada tahun 2009, yaitu mencapai 47%. Walaupun sebagian besar teknologi yang digunakan merupakan teknologi impor, penggunaan teknologi lokal telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
melihat prediksi akan manfaat yang dihasilkan, rasanya Green Nanotechnology patut diberikan perhatian lebih oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Sehingga nantinya anak, cucu kita masih bisa merasakan udara bersih, air bersih dan lingkungan yang bersih. (Rumich N.)

Sumber :
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDwQFjAC&url=http%3A%2F%2Fmarno.lecture.ub.ac.id%2Ffiles%2F2012%2F01%2FFILOFOSI-DASAR-TEKNOLOGI-HIJAU.doc&ei=-kjlUfW0MIn_rAft-YGoDw&usg=AFQjCNEAGW0dPsQCO3uDLJxF0jVdUoMMZw&sig2=ZLCHvZyQiCu8-6o6pjFVqw&bvm=bv.48705608,d.bmk


Sumber gambar :
http://us.123rf.com/400wm/400/400/radiantskies/radiantskies1211/radiantskies121101927/16499468-abstract-word-cloud-for-green-nanotechnology-with-related-tags-and-terms.jpg


Tidak ada komentar:

Posting Komentar