Akhir –akhir ini mungkin kita
sering mendengar istilah green technology
yang sedang ramai dibicarakan banyak orang. Di sekolah, kampus, kantor maupun
di siaran televisi. Mereka beramai-ramai membicarakan dan membahas tentang manfaat
yang ditimbulkan dari green technology tersebut setelah banyak pemberitaan yang
mengabarkan bahwa bumi dalam keadaan gawat darurat akibat dari pemanasan
global.
Tidak bisa kita
pungkiri memang bahwa bumi dalam keadaan gawat darurat, dimana cuaca yang akhir
– akhir ini kita rasakan sangat tidak menentu. Panas yang berkepanjangan, hujan
yang tidak menentu waktu turunnya, dan masih banyak lagi. Padahal dahulu musim –
musim yang seperti ini bisa kita prediksi dengan tepat, namun sekarang semuanya
terlihat susah karena pemansan global sudah mempengaruhi perubahan iklim yang
ada di bumi.
Melihat
dari kondisi seperti ini, tidak ada salahnya kita sebagai penghuni di bumi ini
ikut andil dalam menyelamatkan bumi tercinta ini dengan memanfaatkan energi
terbarukan yaitu salah satunya green nanoteknologi. Menurut Wikpedia.org, Green Nanotechnology (Teknologi Hijau
Nano) adalah teknologi yang mengacu pada penggunaan nanoteknologi untuk
meningkatkan kelestarian lingkungan dari efek proses produksi yang bersifat negatif.
Green
Nanotechnology merupakan pengembangan teknologi bersih yang meminimalkan
potensi resiko kesehatan manusia dan lingkungan yang berkaitan dengan pembuatan
dan penggunaan produk nanoteknologi. Juga untuk mendorong penggantian produk
yang ada dengan produk nano yang lebih ramah lingkungan dan dapat sepenuhnya
didaur ulang.
Nanoteknologi,
yang berukuran sekitar satu miliar meter, atau sekitar 1/100,000 kalinya
ketebalan selembar kertas. Jika dianalogikan nanopartikel seukuran kelereng,
maka satu meter akan sama besarnya dengan Bumi. Dengan ukuran yang sangat
mikroskopis, nano merupakan benda ajaib dan ‘mainan’ yang menarik bagi para
ilmuwan di seluruh dunia. nanoteknologi
menciptakan produk yang sangat membantu untuk konsep zero waste. Misalnya untuk
membersihkan air limbah seperti yang dihasilkan industri tekstil, yang merupakan
salah satu limbah industri yang sulit diurai. Dengan menggunakan nano-titanium,
(bisa dalam bentuk kompositnya), pengotor dalam limbah cair tersebut dapat
diuraikan dan air buangannya dapat digunakan kembali. Kekuatan nanoteknologi
tidak berhenti sampai disitu saja. Dengan nanoteknologi, bahan alam dapat
didisain sedemikian rupa menjadi produk antara yang mencegah terjadinya
pemborosan dalam penggunaan selanjutnya. Dengan menyusun ulang atau merekayasa
struktur material di level nanometer, maka akan diperoleh suatu bahan baku yang
memiliki sifat istimewa jauh mengungguli material asalnya, sehingga limbah yang
selama ini dihasilkan dapat dikurangi. Dengan memanfaatkan
nanoteknologi, plastik kemasan yang kuat namun mudah terurai (degradable
plastic) dapat dihasilkan. Contoh lain, nanoteknologi digunakan untuk mebuat
lapisan kaca yang tahan terhadap debu, sehingga penggunaannya sebagai kaca
otomotif dapat mengurangi fungsi “wiper”.
Keunggulan yang dimilikinya tersebut menjadikan nanoteknologi
menjadi fokus penelitian negara-negara di dunia, termasuk di Indonesia sendiri.
Hal ini terlihat dari penelitian – penelitian yang sedang dilakukan oleh
lembaga – lembaga riset, yaitu LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN, MRC, Kementerian
Perindustrian, Kementerian Pertahanan, dan lainnya (Dr.Ir. Atih Surjati Herman,
Msc menjelaskan). Perkembangannya juga cukup positif, pada tahun 2008
industri yang menerapkan nanoteknologi mencapai 35%, dan mengalami peningkatan
pada tahun 2009, yaitu mencapai 47%. Walaupun sebagian besar teknologi yang
digunakan merupakan teknologi impor, penggunaan teknologi lokal telah mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun.
melihat
prediksi akan manfaat yang dihasilkan, rasanya Green Nanotechnology patut
diberikan perhatian lebih oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
Sehingga nantinya anak, cucu kita masih bisa merasakan udara bersih, air bersih
dan lingkungan yang bersih. (Rumich N.)
Sumber
:
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDwQFjAC&url=http%3A%2F%2Fmarno.lecture.ub.ac.id%2Ffiles%2F2012%2F01%2FFILOFOSI-DASAR-TEKNOLOGI-HIJAU.doc&ei=-kjlUfW0MIn_rAft-YGoDw&usg=AFQjCNEAGW0dPsQCO3uDLJxF0jVdUoMMZw&sig2=ZLCHvZyQiCu8-6o6pjFVqw&bvm=bv.48705608,d.bmk
Sumber
gambar :
http://us.123rf.com/400wm/400/400/radiantskies/radiantskies1211/radiantskies121101927/16499468-abstract-word-cloud-for-green-nanotechnology-with-related-tags-and-terms.jpg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar