http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/gagalnya-sekolah-kita.html
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/rajin-membaca-pandai-menulis.html?showComment=1370782688734#c6280895888638441643
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/menyoal-kualitas-guru-dan-dosen.html?showComment=1370783723755#c8452191848928932528
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/05/kampus-top-dunia-harvard-university.html?showComment=1370784630959#c2520604094058894777
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/perguruan-tinggi-bukan-sekedar-cetak.html?showComment=1370785265697#c8779106146823915561
Rumich Noverryza
Operator Production at PT. United Can Company ltd. Mahasiswa Teknik Industri Mercubuana Jakarta
Rabu, 17 Juli 2013
Tugas TTKI M6-B
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/planet-bumi-harus-diselamatkan.html?showComment=1367056549715#c7744017253031972047
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/bersama-merobohkan-rumah-kita.html?showComment=1367057278551#c2970668349881512850
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/nuklir-dan-kehancuran-planet-bumi.html?showComment=1367057906495#c4248845927917618282
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/stop-pemborosan-sumberdaya-alam.html?showComment=1367060311706#c224682925270292173
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/tanam-pohon-selamatkan-ekosistem-jakarta.html?showComment=1367061000480#c6620061194659552434
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/bersama-merobohkan-rumah-kita.html?showComment=1367057278551#c2970668349881512850
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/nuklir-dan-kehancuran-planet-bumi.html?showComment=1367057906495#c4248845927917618282
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/stop-pemborosan-sumberdaya-alam.html?showComment=1367060311706#c224682925270292173
http://kangatepafia.blogspot.com/2013/04/tanam-pohon-selamatkan-ekosistem-jakarta.html?showComment=1367061000480#c6620061194659552434
Judul Proposal Penelitian
1. Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Material Requirement
Planning Guna Menurunkan Biaya Pengadaan Bahan Baku Pada Industri Kemasan Kaleng
2. Penerapan Metode Line Balancing Untuk Merencanakan Keseimbangan Lintas Produksi Pada
Perusahaan Kemasan Kaleng
3. Penerapan Metode Material Requirement Planning Sebagai Dasar Penyusunan Strategi
Pemesanan Dan Pengendalian Bahan Baku Pada Perusahaan Kemasan Kaleng Divisi Two Piece Can
4. Perencanaan Produk Untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Dengan Metode Material Requitmen Planning.
5. Analisis Pengaruh Kebisingan, Temperatur Dan Operator Terhadap Hasil Kerja Pada Area Produksi
Kemasan Kaleng Divisi Two Piece Can Manufacturing
6. Pengendalian Proses Produksi Dengan Metode Statistical Process Control Pada Pembuatan Tutup
Stay On Tab Pada PT. U
7. Metode Just In Time Sebagai Alternatif Pendukung Sistem Produksi Yang Berorientasi Pada
Penurunan Biaya Persediaan Di Perusahaan Kemasan Kaleng
8. Kebijakan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode EOQ Pada
Perusahaan Kemasan Kaleng
9. Penerapan Metode Most Dalam Penentuan Waktu Baku Untuk Perbaikan Metode Kerja Dalam
Meningkatkan Produk Stay On Tab Pada Perusaahan Kemasan Kaleng
10. Algoritma Genetik Untuk Menyeleseikan Non Indentical Facilities Lay Out Problems
Planning Guna Menurunkan Biaya Pengadaan Bahan Baku Pada Industri Kemasan Kaleng
2. Penerapan Metode Line Balancing Untuk Merencanakan Keseimbangan Lintas Produksi Pada
Perusahaan Kemasan Kaleng
3. Penerapan Metode Material Requirement Planning Sebagai Dasar Penyusunan Strategi
Pemesanan Dan Pengendalian Bahan Baku Pada Perusahaan Kemasan Kaleng Divisi Two Piece Can
4. Perencanaan Produk Untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Dengan Metode Material Requitmen Planning.
5. Analisis Pengaruh Kebisingan, Temperatur Dan Operator Terhadap Hasil Kerja Pada Area Produksi
Kemasan Kaleng Divisi Two Piece Can Manufacturing
6. Pengendalian Proses Produksi Dengan Metode Statistical Process Control Pada Pembuatan Tutup
Stay On Tab Pada PT. U
7. Metode Just In Time Sebagai Alternatif Pendukung Sistem Produksi Yang Berorientasi Pada
Penurunan Biaya Persediaan Di Perusahaan Kemasan Kaleng
8. Kebijakan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode EOQ Pada
Perusahaan Kemasan Kaleng
9. Penerapan Metode Most Dalam Penentuan Waktu Baku Untuk Perbaikan Metode Kerja Dalam
Meningkatkan Produk Stay On Tab Pada Perusaahan Kemasan Kaleng
10. Algoritma Genetik Untuk Menyeleseikan Non Indentical Facilities Lay Out Problems
Pemodelan Time Series Multivariat secara Automatis (Jurnal)
A. Pendahuluan
Telah umum diketahui bahwa nilai suatu peramalan (forecasting) merupakan landasan untuk menentukan keputusan untuk berproduksi ataupun berinvestasi (Hadi [4]). Tak heran, saat ini ada berbagai macam perangkat lunak (software) yang menawarkan kemudahan untuk melakukan peramalan ini. Diantaranya adalah, Eviews, Minitab, SPSS. Namun demikian, perangkat lunak ini menuntut adanya pengetahuan statistika yang kuat dari para penggunanya agar mereka mendapatkan hasil peramalan yang dapat dipercayai. Adanya keterbatasan yang tersebut, memberikan ide untuk membuat suatu perangkat lunak yang memberika hasil peramalan secara automatis, sehingga seseorang tanpa pengetahuan statistika yang dalam, terutama dibidang analisa ataupun financial time series mampu mengoperasikannya.
Nilai peramalan pada sebuah objek seringkali tidak hanya dipengaruhi oleh sebuah time series saja, namun dapat tergantung pada time series lainnya. Untuk itulah, pada penelitian ini akan dibangun sebuah automatic multivariate forecasting R package. Pemodelan time series multivariat dilakukan dengan menggunakan pendekatan ekonometrik. Sims [9] mengembangkan vector auto regressive (VAR), yang merupakan model peramalan time series multivariat yang paling sering digunakan untuk memprediksi data stasioner. VAR kemudian mengalami perkembangan sehingga mampu membangun vector error correction model (VECM) dan structural vector error correction (SVEC) yang digunakan untuk menginterpretasi hubungan kontemporer variabel. Model ini dinamakan dengan structural vector auto regressive (SVAR). Pada waktu yang hampir bersamaan, Granger [3] menemukan konsep kointegrasi yang mencari relasi linear antar variabel
pada data non-stasioner. Konsep ini selanjutnya digunakan untuk menginterpretasi hubungan kontemporer variabel.
B. Metodologi Penelitian
Pemodelan package time series multivariat secara automatis ini, merupakan kelanjutan dari package serupa namun untuk time series univariat (Halim et al. [5]). Pada dasarnya adaptasi yang dilakukan tidak jauh berbeda.
Pada awalnya, stasioneritas data yang diinputkan ke dalam package akan diuji menggunakan Automatic Dickey Fuller (ADF) test (Harris dan Sallis [6]) untuk setiap peubah. Sebuah data dikatakan stasioner jika mean, varian, covariance dari time series konstan untuk semua periode dan tidak mempunyai fluktuasi periodik. Kestasioneran sebuah data dapat dilihat dari perilaku autocorrelation function (ACF) atau partial autocorrelation function (PACF) data tersebut. Selanjutnya jika data tersebut stasioner, maka data tersebut akan dimodel dengan menggunakan VAR yang dapat diperbaiki lagi dengan SVAR. Namun bila data tersebut tidak stasioner, maka nonstasioner modelah yang akan digunakan untuk memodelkannya. Adapun nonstationer model yang akan digunakan adalah VECM ataupun SVEC.
C. Hasil dan Pembahasan
Data yang digunakan adalah data Canada (Pfaff [8]). Data Canada berisi empat peubah sebagai indikasi perekonomian Canada dari tahun 1980 kuarter pertama hingga tahun 2000 kuarter keempat. Keempat peubah tersebut adalah e (log employment), prod (log produktifitas buruh yang didefinisikan sebagai logaritma dari selisih antara GDP dan employment), rw (real wage index - upah sesungguhnya), dan U (Unemployment - pengangguran). Langkah selanjutnya adalah melakukan uji kestasioneran data dengan ADF-test. ADF-test dibagi menjadi 2 bagian, yaitu tes dengan melibatkan kondisi musiman dan tes yang tidak melibatkan kondisi musiman. ADF-test untuk kondisi musiman menyatakan bahwa data Canada tidak mengandung kondisi musiman (seasonal). Pada versi ini pengujian seasonalitas hanya dilakukan untuk musim 3 (per kuartal), 6 (per setengah tahun), dan 12 (per tahun) saja. Namun, pengguna juga bisa mencoba untuk memasukkan data seasonal lain yang diduganya. Hal ini akan diperbaiki untuk versi selanjutnya agar package dapat menjadi automatik penuh. Peubah e dan prod menunjukkan kondisi tidak stasioner dengan trend dan drift, sedangkan peubah rw dan U menghasilkan keputusan bahwa kedua peubah tersebut stasioner. ADF test yang langsung menguji kestasioneran dari peubah tanpa melihat apakah peubah mengandung musiman atau tidak menunjukkan bahwa keempat peubah tidak ada yang stasioner.
D. Simpulan
Program automatic multivariate dengan software R telah mampu mengidentifikasi model terbaik untuk data multivariate time series. Model VAR yang digunakan untuk estimasi parameter pada data stasioner dan mencari lag serta tipe karakteristik sudah dapat membangun model secara baik. Model SVAR sebagai pelengkap analisis model VAR memiliki cakupan yang luas sehingga memungkinkan analis melihat kombinasi struktural model berdasarkan kombinasi dan batasan di dalam matriks model.
Model VECM yang dikhususkan untuk data nonstasioner mampu mengestimasi derajat kointegrasi dengan lag dan tipe karakteristik yang tepat. Hasil tersebut akan menjadi unsur dalam transformasi model VECM menjadi model VAR. Analisis inovasi yang ditampilkan pada model SVEC dibuat dengan memperhatikan fleksibilitas dan kemudahan untuk pengguna. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melihat hubungan antar peubah dengan asumsi yang dibuat oleh keputusan pengguna sendiri.
Nilai log-likelihood menjadi acuan dalam memilih model terbaik untuk semua model yang ada. Ketepatan dari model yang dipilih juga telah melalui serangkaian uji diagnostik. Prediksi nilai masa mendatang beserta analisis-analisis model dapat menghasilkan evaluasi dan solusi yang mendekati data riil. Namun masih terdapat beberapa hal, seperti batasan pada prediksi season yang hanya diberikan untuk musim 3,6 dan 12; serta batasn lain pada proses automatisasi model SVAR. Keterbatasan ini akan diperbaiki pada package versi selanjutnya.
Selasa, 16 Juli 2013
Green Nanotechnology, kenapa nggak??
Akhir –akhir ini mungkin kita
sering mendengar istilah green technology
yang sedang ramai dibicarakan banyak orang. Di sekolah, kampus, kantor maupun
di siaran televisi. Mereka beramai-ramai membicarakan dan membahas tentang manfaat
yang ditimbulkan dari green technology tersebut setelah banyak pemberitaan yang
mengabarkan bahwa bumi dalam keadaan gawat darurat akibat dari pemanasan
global.
Tidak bisa kita
pungkiri memang bahwa bumi dalam keadaan gawat darurat, dimana cuaca yang akhir
– akhir ini kita rasakan sangat tidak menentu. Panas yang berkepanjangan, hujan
yang tidak menentu waktu turunnya, dan masih banyak lagi. Padahal dahulu musim –
musim yang seperti ini bisa kita prediksi dengan tepat, namun sekarang semuanya
terlihat susah karena pemansan global sudah mempengaruhi perubahan iklim yang
ada di bumi.
Melihat
dari kondisi seperti ini, tidak ada salahnya kita sebagai penghuni di bumi ini
ikut andil dalam menyelamatkan bumi tercinta ini dengan memanfaatkan energi
terbarukan yaitu salah satunya green nanoteknologi. Menurut Wikpedia.org, Green Nanotechnology (Teknologi Hijau
Nano) adalah teknologi yang mengacu pada penggunaan nanoteknologi untuk
meningkatkan kelestarian lingkungan dari efek proses produksi yang bersifat negatif.
Green
Nanotechnology merupakan pengembangan teknologi bersih yang meminimalkan
potensi resiko kesehatan manusia dan lingkungan yang berkaitan dengan pembuatan
dan penggunaan produk nanoteknologi. Juga untuk mendorong penggantian produk
yang ada dengan produk nano yang lebih ramah lingkungan dan dapat sepenuhnya
didaur ulang.
Nanoteknologi,
yang berukuran sekitar satu miliar meter, atau sekitar 1/100,000 kalinya
ketebalan selembar kertas. Jika dianalogikan nanopartikel seukuran kelereng,
maka satu meter akan sama besarnya dengan Bumi. Dengan ukuran yang sangat
mikroskopis, nano merupakan benda ajaib dan ‘mainan’ yang menarik bagi para
ilmuwan di seluruh dunia. nanoteknologi
menciptakan produk yang sangat membantu untuk konsep zero waste. Misalnya untuk
membersihkan air limbah seperti yang dihasilkan industri tekstil, yang merupakan
salah satu limbah industri yang sulit diurai. Dengan menggunakan nano-titanium,
(bisa dalam bentuk kompositnya), pengotor dalam limbah cair tersebut dapat
diuraikan dan air buangannya dapat digunakan kembali. Kekuatan nanoteknologi
tidak berhenti sampai disitu saja. Dengan nanoteknologi, bahan alam dapat
didisain sedemikian rupa menjadi produk antara yang mencegah terjadinya
pemborosan dalam penggunaan selanjutnya. Dengan menyusun ulang atau merekayasa
struktur material di level nanometer, maka akan diperoleh suatu bahan baku yang
memiliki sifat istimewa jauh mengungguli material asalnya, sehingga limbah yang
selama ini dihasilkan dapat dikurangi. Dengan memanfaatkan
nanoteknologi, plastik kemasan yang kuat namun mudah terurai (degradable
plastic) dapat dihasilkan. Contoh lain, nanoteknologi digunakan untuk mebuat
lapisan kaca yang tahan terhadap debu, sehingga penggunaannya sebagai kaca
otomotif dapat mengurangi fungsi “wiper”.
Keunggulan yang dimilikinya tersebut menjadikan nanoteknologi
menjadi fokus penelitian negara-negara di dunia, termasuk di Indonesia sendiri.
Hal ini terlihat dari penelitian – penelitian yang sedang dilakukan oleh
lembaga – lembaga riset, yaitu LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN, MRC, Kementerian
Perindustrian, Kementerian Pertahanan, dan lainnya (Dr.Ir. Atih Surjati Herman,
Msc menjelaskan). Perkembangannya juga cukup positif, pada tahun 2008
industri yang menerapkan nanoteknologi mencapai 35%, dan mengalami peningkatan
pada tahun 2009, yaitu mencapai 47%. Walaupun sebagian besar teknologi yang
digunakan merupakan teknologi impor, penggunaan teknologi lokal telah mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun.
melihat
prediksi akan manfaat yang dihasilkan, rasanya Green Nanotechnology patut
diberikan perhatian lebih oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
Sehingga nantinya anak, cucu kita masih bisa merasakan udara bersih, air bersih
dan lingkungan yang bersih. (Rumich N.)
Sumber
:
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDwQFjAC&url=http%3A%2F%2Fmarno.lecture.ub.ac.id%2Ffiles%2F2012%2F01%2FFILOFOSI-DASAR-TEKNOLOGI-HIJAU.doc&ei=-kjlUfW0MIn_rAft-YGoDw&usg=AFQjCNEAGW0dPsQCO3uDLJxF0jVdUoMMZw&sig2=ZLCHvZyQiCu8-6o6pjFVqw&bvm=bv.48705608,d.bmk
Sumber
gambar :
http://us.123rf.com/400wm/400/400/radiantskies/radiantskies1211/radiantskies121101927/16499468-abstract-word-cloud-for-green-nanotechnology-with-related-tags-and-terms.jpgMemanfaatkan Teknologi Bawah Air
Teknologi seringkali merupakan konsekuensi dari ilmu dan rekayasa,
meskipun teknologi sebagai kegiatan manusia seringkali
justru mendahului kedua-dua ranah tersebut. Perkembangan teknologi pun berlangsung secara evolutif. Sejak zaman Romawi Kuno
pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang
teknologi. Tak
dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal
ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di
dunia ini. Dari sederhana, hingga yang menghebohkan dunia.
Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan
terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang
dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat salah
satunya Teknologi Bawah Air.
Teknologi ini
menggabungkan antara teknologi
akustik bawah air dengan perkembangan iptek instrumentasi (alat) dan pengolahan
sinyal. Dengan teknologi ini, kita bisa mengetahui apa saja yang terjadi di bawah
air. Dari mulai getaran gelombang air, jumlah tekanan air yang berada di dasar
laut, makhluk hidup apa saja yang terdapat di dasar laut paling dalam, dsb.
Melalui, teknologi ini juga kita bisa memahami kehidupan organisme dan
lingkungan bawah air lebih baik lagi, serta memudahkan pemanfaatan sumberdaya
kelautan.
“Dunia bawah air itu menyimpan banyak misteri dan potensi sumberdaya
alam yang begitu banyak. Seeing by Listening, mungkin demikian gambaran
sederhana tentang disiplin ilmu akustik bawah air,” ujar Prof. Indra Jaya saat
berbincang dengan Okezone di ruang kerjanya, di Bogor, Jawa Barat.
Baru-baru ini, sistem side scan sonar telah dikembangkan dengan
menggunakan teknologi suara ultra medis guna meningkatkan resolusi target bawah
laut yang dicari. Sistem tranduser side scan sonar disimpan dalam
towfish yang ditarik kapal beberapa meter di bawah permukaan laut.
Gelombang suara yang dipantulkan diproses menjadi image yang mirip foto udara,
dan terlihat secara “real-time” pada monitor komputer. Informasi lokasi
dari DGPS (differential global positioning system) digunakan untuk memandu side
scan sonar yang ditarik sepanjang lintasan yang telah ditentukan, serta untuk
mengidentifikasi lokasi berbagai titik pada image side scan.
Side Scan Sonar (SSS) adalah sebuah sistem peralatan survey kelautan
yang menggunakan teknologi akustik. Peralatan ini digunakan untuk
memetakan dasar laut yang juga dapat digunakan untuk mempelajari
kehidupan di dasar laut. Sistem peralatan ini merupakan strategi penginderaan
untuk merekam kondisi dasar laut dengan memanfaatkan sifat media dasar laut
yang mampu memancarkan, memantulkan dan/atau menyerap gelombang suara.
Gelombang suara yang digunakan dalam teknologi side scan sonar biasanya
mempunyai frekuensi antara 100 dan 500 KHz. Disamping digunakan sebagai alat
survey pemetaan dasar laut, di beberapa negara maju seperti di Amerika Serikat
dan Eropa, side scan sonar sering pula digunakan dalam kegiatan pencaharian dan
penyelamatan manusia. Side scan sonar sering digunakan untuk mencari korban
tenggelam ataupun objek hilang lainnya di bawah air.
Ini hanyalah segelintir teknologi yang terdapat di dunia ini, masih
banyak lagi teknologi-teknologi terbarukan yang bisa diciptakan agar kehidupan
manusia dapat lebih baik lagi. Namun, tetap harus diperhatikan dampak - dampak
yang akan terjadi jangan sampai bukannya menyelamatkan umat manusia malah
menghancurkannya. (Rumich N.)
Sumber :
Jangan Kau Rusak Aku (Hutan)
Ironis jika kita
melihat berita – berita yang beredar di media surat kabar maupun media online
yang mengangkat tema tentang hutan. Sampai separah itu hutan di negeri ini
menjadi korban ke serakahan orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Padahal
sudah jelas fungsi dan manfaat hutan untuk apa yaitu sebagai cadangan karbon di alam serta habitat berbagai
flaura dan fauna di muka bumi. Hutan menyimpan karbon dalam bentuk biomassa vegetasinya,
sehingga mampu mengurangi emisi gas karbon dioksida yang ada di atmosfer bumi.
Konversi hutan salah
satu penyebab terbesar mengapa hutan di negeri ini bisa lenyap sedemikian
cepatnya. Ketidaktegasan pemerintah kepada pembuka lahan mengakibatkan
penebangan hutan tidak terkontrol dengan baik, alhasil hutan lah yang menjadi
korban harus kehilangan fungsi dan manfaatnya sebagai “paru – paru dunia”.
Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa hutan adalah aset penting bagi
kelangsungan hidup bumi kedepannya nanti, kita harus senantiasa menjaga dan
mengelola hutan kita dengan baik. Hutan ini milik kita bersama, sudah sepantasnya
kita jaga dan kita rawat agar anak cucu kita tidak mengalami dampak yang buruk
nantinya jika hutan benar – benar hilang. Kurun waktu 10 tahun terakhir, kata
Rakhmat Direktur Eksekutif Komunitas Konservasi Indonesia (KKI)
Warsi, , luas kawasan hutan di Jambi yang
mencapai dua juta hektare lebih, berkurang satu juta hektare akibat alih fungsi
hutan secara besar besaran. Parahnya, alih fungsi hutan itu
lebih diakibatkan konsesi perusahaan skala besar seperti pertambangan, HTI dan
perkebunan sawit maupun karet. Melihat hal di atas sangat di
sayangkan jika dibiarkan terus menerus, akan jadi seperti apa hutan kita nanti.
Itu baru di daerah Jambi belum lagi daerah – daerah lain di luar Jambi. Perlu
ada peninjauan khusus dari pemerintah agar deforesisai dapat belangsung dengan
baik
Kesadaran masyarakat
merupakan salah satu langkah awal yang diperlukan untuk mengurai berbagai
permasalahan konservasi hutan di Indonesia. Pembangunan kesadaran wawasan
lingkungan tersebut perlu dibina juga pada generasi muda yang merupakan
komponen penting. Generasi muda memiliki peran penting karena mereka akan
mewarisi pengelolaan hutan dan masyarakat di masa depan. Generasi muda dengan
kesadaran lingkungan yang baik diharapkan akan menjadi tokoh-tokoh masyarakat
yang pro konservasi hutan di masa depan. Setelah timbul kesadaran pada generasi
muda dan masyarakat umum, diharapkan akan timbul kemauan untuk melakukan
perubahan. Jagalah hutan kita, Selamatkan hutan kita!
Langganan:
Komentar (Atom)
